Beranda › Journal › Mengenal Top Notes, Middle Notes, dan Base Notes pada Parfum
Mengenal Top Notes, Middle Notes, dan Base Notes pada Parfum

Mengenal Top Notes, Middle Notes, dan Base Notes pada Parfum

Admin 11 September 2026 3 menit baca

Kenali Top Notes, Middle Notes, dan Base Notes pada parfum serta bagaimana ketiganya membentuk karakter aroma dari awal hingga akhir.

Pernah nggak kamu semprot parfum, awalnya wanginya terasa fresh, beberapa jam kemudian aromanya berubah, lalu menjelang akhir muncul aroma yang lebih soft dan dalam?

Itu bukan berarti parfumnya berubah atau "hilang". Hal tersebut terjadi karena parfum memiliki beberapa lapisan aroma, yang biasa dikenal sebagai Top Notes, Middle Notes, dan Base Notes.

Ketiganya bekerja secara bertahap untuk membentuk keseluruhan karakter sebuah parfum.

Apa Itu Top Notes?

Top Notes adalah aroma yang pertama kali tercium setelah parfum disemprotkan.

Karena menjadi kesan pertama, top notes biasanya memiliki karakter yang lebih ringan dan cepat menguap. Aroma yang sering digunakan sebagai top notes antara lain citrus, fruity, herbal, atau aroma fresh lainnya.

Top notes biasanya memberikan kesan fresh, bright, dan energik pada awal pemakaian parfum.

Jadi, kalau kamu baru menyemprot parfum dan langsung mencium aroma yang segar atau fruity, kemungkinan besar itu adalah bagian dari top notes.

Apa Itu Middle Notes?

Setelah top notes mulai memudar, muncul lapisan aroma berikutnya yang disebut Middle Notes atau Heart Notes.

Middle notes merupakan bagian yang mulai menunjukkan karakter utama sebuah parfum. Aromanya biasanya lebih rounded dan bertahan lebih lama dibandingkan top notes.

Beberapa aroma yang sering ditemukan pada middle notes antara lain floral, fruity, spicy, atau aromatic.

Sederhananya, kalau top notes adalah first impression, middle notes bisa dibilang sebagai jantung dari karakter parfum.

Apa Itu Base Notes?

Nah, setelah beberapa waktu berlalu, kamu akan mulai mencium Base Notes.

Base notes merupakan lapisan aroma yang lebih dalam dan cenderung bertahan paling lama. Aroma seperti woody, musk, amber, vanilla, dan beberapa jenis resin sering digunakan sebagai base notes.

Base notes membantu memberikan depth, warmth, dan karakter akhir pada parfum.

Inilah alasan kenapa aroma parfum yang kamu cium beberapa jam setelah pemakaian bisa terasa berbeda dibandingkan saat pertama kali disemprotkan.

Kenapa Aroma Parfum Bisa Berubah?

Sekarang sudah lebih jelas, kan?

Perubahan aroma parfum sebenarnya merupakan bagian dari cara sebuah fragrance bekerja.

Secara sederhana:

Top Notes → kesan pertama
↓
Middle Notes → karakter utama
↓
Base Notes → aroma yang lebih dalam dan tahan lama

Namun, perubahan aroma tidak hanya dipengaruhi oleh notes. Konsentrasi parfum, formula, kondisi kulit, suhu, hingga lingkungan juga dapat memengaruhi bagaimana sebuah parfum berkembang.

Karena itu, jangan buru-buru menentukan suka atau tidak suka sebuah parfum hanya dari beberapa detik pertama setelah menyemprotkannya.

Bagaimana dengan Parfum Followme Fragrance?

Setiap parfum memiliki kombinasi notes dan karakter aroma yang berbeda. Di Followme Fragrance, setiap varian dirancang dengan karakter yang berbeda sehingga pengalaman aromanya juga tidak selalu sama dari awal hingga dry down.

Selain komposisi fragrance notes, konsentrasi juga menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam pengembangan parfum.

Sebagian besar varian Followme Fragrance saat ini menggunakan konsentrasi Extrait de Parfum, sementara Tobacco Noire menggunakan konsentrasi EDP untuk menjaga karakter aroma dan kestabilan formulanya.

Jadi, ketika memilih parfum, jangan hanya melihat apakah parfum tersebut EDP, EDT, atau Extrait. Kenali juga notes dan karakter aromanya.

Karena pada akhirnya, parfum yang paling cocok adalah parfum yang aromanya terasa pas dengan karakter dan aktivitas kamu.

Temukan Aroma yang Sesuai dengan Karaktermu

Setiap orang punya preferensi aroma yang berbeda.

Ada yang suka citrus dan fresh, ada yang lebih suka floral dan sweet, sementara yang lain mungkin lebih nyaman dengan aroma woody, warm, atau spicy.

Kenali notes yang kamu suka, pahami bagaimana aromanya berkembang, lalu temukan fragrance yang paling cocok untukmu.

Your fragrance, your character.

Kembali ke Journal